Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan Pada Pasien Anak di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siti Rahmah Padang

Yori Rahmadianti, Santa Mareta, Yogi Khairul

Abstract


Kecemasan merupakan respon normal dalam menghadapi stress, namun sebagian orang dapat mengalami kecemasan yang berlebihan sehingga mengalami kesulitan dalam mengatasinya. RSI Siti Rahmah Padang reaksi yang biasanya anak-anak tunjukan selama pemeriksaan adalah menangis,takut dan menolak pemeriksaan, pemeriksaan yang biasanya dilakukan yaitu thorax dengan jumlah pasien dari bulan Oktober - Desember 2023 sebanyak 72 anak. Anak merasa takut bila ada radiografer yang akan mendekati mereka, anak berusaha menolak radiografer dan tidak akan mau ditinggalkan sama orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien anak saat sebelum melakukan pemeriksaan di instalasi radiologi RSI Siti Rahmah Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan metode Purposive sampling dengan informan  sebanyak 3 informan anak berumur 5-10 tahun, 3 informan orang tua, 2 informan radiografer. Pengumpulan data menggunakan wawancara semiterstruktur dengan analisis triangulasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari faktor lingkungan yaitu takut melihat petugas radiologi, takut melihat alat radiologi, takut melihat lampu kolimator. Faktor emosi yaitu ketika pasien anak merasa takut pada saat dilakukannya pemeriksaan dan mempengaruhi mental. Faktor sebab-sebab fisik yaitu anak merasakan kecemasan pada saat dilakukannya pemeriksaan sehingga berpengaruh terhadap dirinya seperti badan gemetaran, wajah pucat, tangan dingin.

Keywords


Kecemasan Anak, Pemeriksaan Thorax, Radiologi

Full Text:

PDF

References


Amalia, Siti, D. (2018). Stress Keluarga dengan Keluarga dirawat di ruang Intensive. JIM Fkep.

Bontrager, K. J. P. (2015). Textbook of radiographic positioning and related anatomy (Eight edit). Saint Louis.

Hartini, S. dkk. (2019). Perbedaan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Saat Hospitalisasi Sebelum Dan Setelah Dilakukan Terapi Bermain Mewarnai Gambar Di Ruang Bogenvile RSU Kudus. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatam Masyarakat.

Kemenkes RI. (2020). Permenkes No 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit, 3, 1–80. http://bppsdmk.kemkes.go.id/web/filesa/peraturan/119.pdf

Pawiliyah, P., & Marlenis, L. (2019). Pengaruh Terapi Bermain Mendongeng dengan Penurunan Tingkat Kecemasan pada Anak Usia Pra Sekolah Akibat Hospitalisasi. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(1), 271–280. https://doi.org/10.31539/jks.v3i1.788

Ramaiah, S. (2013). Bagaimana mengatasi penyebab kecemasan. pustaka populer obor.

Saputro, Heri & Frazin, I. (2017). Anak Sakit Wajib Bermain Di Rumah Sakit. Forum Ilmiah Kesehatan (Forikes).

Saputro, H. (2017). Penerapan Terapi Bermain Anak Sakit. Forikes.

Supartini. (2012). Konsep Keperawatan Anak. EGC.

Utami, Y. (2014). Dampak hospitalisasi terhadap perkembangan anak. Jurnal Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan.




DOI: http://dx.doi.org/10.33757/jik.v8i1.1075

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 JIK JURNAL ILMU KESEHATAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


E-ISSN : 2597-8594 (Online) P-ISSN : 2580-930X (Cetak)
Publish by STIKes Alifah Padang
Jl. Khatib Sulaiman No 52 B Kota Padang. Telp 0751-7059849. Fax 0751-7059849. Website: www.stikesalifah.ac.id
Email : jik@stikesalifah.ac.id