Madu Dengan Oral Rehydration Salts dan Larutan Madu Efektif Terhadap Penurunan Frekuensi Diare dan Lama Rawat Pada Anak

Rifka Putri Andayani

Abstract


Pemberian madu dapat menurunkan frekuensi diare dan lama rawat pada anak. Kandungan antibakteri, antiinflamasi, dan antivirus yang dapat melawan organisme penyebab diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu dengan ORS dan larutan madu ORS terhadap frekuensi diare dan lama rawata pada anak balita. Desain penelitian ini adalah uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trial) atau RCT dengan pendekatan pre and post test control group design pada 72 responden (kelompok intervensi 36 dan kelompok kontrol 36). Kelompok intervensi diberikan madu dengan ORS sebanyak 5 ml dan pemberian ORS setiap anak diare, sedangkan kelompok kontrol diberikan larutan madu 10 ml ditambahkan dengan ORS diberikan setiap anak diare. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara frekuensi diare sebelum dan sesudah diberikan madu dengan ORS pada kelompok intervensi (p<0,001) dan larutan madu ORS pada kelompok kontrol (p<0,001). Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap lama rawat setelah diberikan madu ORS (p<0,001) dan larutan madu ORS (p<0,001). Madu dapat dijadikan salah satu alternatif terapi yang dapat diterapkan oleh perawat anak di ruang rawat inap anak untuk menurunkan frekuensi diare dan lama rawat pada anak.


Keywords


balita;diare;frekuensi;lama rawat;madu

Full Text:

PDF

References


Abdulrhman, M. A., Mekawy, M. A., Awadalla, M. M., & Mohamed, A. H. (2010). Bee Honey Added to the Oral Rehydration Solution in Treatment of Gastroenteritis in Infants and Children 1 1. Journal of Medicinal Food, 13(3), 605–609. https://doi.org/10.1089/jmf.2009.0075

Carvajal, L., Amouzou, A., Perin, J., Maïga, A., Tarekegn, H., Akinyemi, A., … Newby, H. (2016). Diarrhea management in children under five in sub-Saharan Africa : does the source of care matter ? A Countdown analysis. BMC Public Health, 1–14. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3475-1

Cholid, S. (2010). Effect of honey supplementation in children with acute watery diarrhea and moderate dehydration.

Cholid, S., & Santosa, B. (2011). Pengaruh Pemberian Madu pada Diare Akut, 12(5), 289–295.

Elnady, H. G., Abdalmoneam, N., Aly, N. A., Saleh, M. T., Sherif, L. S., & Kholoussi, S. (2013). Honey. Medical Research Journal, 12(1), 12–16. https://doi.org/10.1097/01.MJX.0000429690.01738.8e

Evayanti, N. K. E., Purna, I. N., & Aryana, I. K. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita yang berobat ke Badan Rumah Sakit Umum Tabanan, 4(2), 134.

Huda, M. (2013). Effect On The Growth Of Honey gram-positive bacteria (Staphylococcus aureus) and Gram-negative bacteria (Escherichia coli). Jurnal Analis Kesehatan, 2(1), 250–259.

Kemenkes. (2011). Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Kemenkes. (2017). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Khan, I. U., Dubey, W., & Gupta, V. (2014). Medicinal Properties of Honey : A Review. Int. J. Pure App. Biosci., 2(5), 149–156.

Mansouri-Tehrani, H. ., Khorasgani, M. R., & Roayaei, M. (2018). Effects of Probiotics with or without Honey on Radiation-induced Diarrhea. International Journal of Radiation Research, 14(3), 205–213. https://doi.org/10.18869/acadpub.ijrr.14.3.205

Oskouei, T., & Najafi, M. (2013). Traditional and Modern Uses of Natural Honey in Human Diseases : A Review. Irian Journal of Basic Medical Sciences, 16(6), 731–742.

Pasupuleti, V. R., Sammugam, L., Ramesh, N., & Gan, S. H. (2017). Honey, Propolis, and Royal Jelly: A Comprehensive Review of Their Biological Actions and Health Benefits. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2017, 1–21. https://doi.org/10.1155/2017/1259510

Pradesh, U. (2017). Assessing critical gaps in the implementation of WHO and UNICEF 7‑point diarrhea control and prevention strategy, (91), 571–580. https://doi.org/10.4103/ATMPH.ATMPH

Puspitasari, R. L. (2013). Kualitas Jajanan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Al-Azhar Indonesia, 2(1), 52–56.

Puspitayani, D., & Fatimah, L. (2014). Pengaruh Pemberian Madu terhadap Penurunan Frekuensi Diare pada Balita. Jurnal Edu Health, 4(2), 68–71.

Samarghandian, S., Farkhondeh, T., & Samini, F. (2018). Honey and Health : A Review of Recent Clinical Research. Pharmacognosy Research, 9(2), 121–127. https://doi.org/10.4103/0974-8490.204647

Sharif, A., Noorian, A., Sharif, M. R., & Taghavi, A. (2017). A randomized clinical trial on the effect of honey in the acute gastroenteritis, 5(6), 144–148. https://doi.org/10.24896/jrmds.20175625

Utami, D. P. (2016). Pengaruh Frekuensi Konsumsi Makanan Jajanan terhadap Kejadian Diare pada Anak Sekolah di SD Muhammadiyah Wonorejo. Universitas Sebelas Maret.

Vallianou, N. G., Gounari, P., Skourtis, A., Panagos, J., & Kazazis, C. (2014). Honey and its Anti-Inflammatory, Anti-Bacterial, and Anti-Oxidant Properties. General Medicine: Open Access, 02(02), 1–5. https://doi.org/10.4172/2327-5146.1000132

Wallace, A., Eady, S., Miles, M., Martin, H., Mclachlan, A., Rodier, M., … Sutherland, J. (2009). Demonstrating the safety of manuka honey UMF w 20 1 in a human clinical trial with healthy individuals British Journal of Nutrition. https://doi.org/10.1017/S0007114509992777

WHO. (2018). Diarrhoeal disease. Retrieved from http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/

Zulhawa, D. J., & Dewi, N. H. (2014). Daya hambat madu Sumbawa terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus isolat infeksi luka operasi, 12(1), 40–44. https://doi.org/10.13057/biofar/f120105




DOI: http://dx.doi.org/10.33757/jik.v4i1.268

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.33757/jik.v4i1.268.g117

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


E-ISSN : 2597-8594 (Online) P-ISSN : 2580-930X (Cetak)
Publish by STIKes Alifah Padang
Jl. Khatib Sulaiman No 52 B Kota Padang. Telp 0751-7059849. Fax 0751-7059849. Website: www.stikesalifah.ac.id
Email : jik.alifah@stikesalifah.ac.id
Creative Commons License
This JIK Jurnal Ilmu Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.