Kondisi Lingkungan dan Hygine Perorangan dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo

Fitria Eka Putri, M. Ridwan Ridwan, Rahma Puja Afdilla, Adelina Fitri

Abstract


Abstrak

Diare merupakan penyakit yang masih menjadi permasalahan besar di negara-negara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Berdasarkan diagnosis Nakes dan Gejala Pravalensi Diare di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 7% di mana pada tahun 2013 sebesar 8%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kondisi lingkungan dan hygiene perorangan dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case control. Sampel penelitian sebanyak 21 kasus dan 21 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non probability sampling dan kuota sampling, analisis menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara keadaan sumber air secara fisik dengan kejadian diare (p=0,181), tidak ada hubungan antara sumber air bersih dengan kejadian diare (p=0,454), tidak ada hubungan antara sarana pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p=1,000), tidak ada hubungan antara hygiene perorangan dengan kejadian diare (p=0,663), dan ada hubungan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare (p=0,002). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kepemilikan jamban memiliki hubungan dengan kejadian diare. Variable keadaan sumber air secara fisik, sumber air bersih dan personal hygiene mempunyai resiko dalam terjadinya penyakit diare dan variable sarana pembuangan air limbah tidak menjadi factor resiko.

Kata Kunci: Diare, Jamban, Personal Hygiene

 


Keywords


Diare, Jamban, Personal Hygiene

Full Text:

PDF

References


Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo. (2018). Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo. Bungo.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2018). Profil Kesehatan Provinsi. Jambi: Dinkes Prov Jambi.

Hapsari, A. I., & Gusnardi, H. (2018). Magdar. Sari Pediatri, 19 (6), 316–320.

Kemenkes RI. (2018). laporan Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2002). KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002. Jakarta: Kemenkes.

Miswan. (n.d.). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Penyakit Diare pada Masyarakat di Desa Tumpapa Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. UNM Environmental Journals, 1(1).

Nurpauji, S. V., Nurjazuli, & Y. (2015a). Hubungan Jenis Sumber Air, Kualitas Bakteriologis Air, Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lamper Tengah Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 569–578.

Nurpauji, S. V., Nurjazuli, & Y. (2015b). Hubungan Jenis Sumber Air, Kualitas Bakteriologis Air, Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lamper Tengah Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM), 3(1), 569–578.

Pasambunan, Kandou, & Rahayu. (2016). Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Kejadian Diare di Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT, 5(1).

Puskesmas Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo. (2018). Profil Kesehatan. Puskesmas Tanah Kumbuh.

Ramlia, & H. (2012). Hubungan Sarana Sanitasi Dasar terhadap Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kabupaten Banggai Kepulauan. Jurnal Kesmas Untika Luwuk, 9 (1).

Samiyati, M., Suhartono, & Dharminto. (2019). HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN. Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM), Vol 7, No, 388–395.

Saputri, N. (2018). Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Diare. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, Vol.9 No.2.

Saputri, U., & Astuti, Y. puji. (2019). HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BERNUNG. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, Vol 10, No, 101–110.

Sarudji, D. (2010). Kesehatan Lingkungan. Bandung: CV. Karya Putra Darwati.

Soemirat, J. (2000). Epidemiologi Lingkungan. yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Stefen Anyerdy Taosu dan R. Azizah. (2013). HUBUNGAN SANITASI DASAR RUMAH DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA BENA NUSA TENGGARA TIMUR. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(1), 1–6.

Sugiarto. (2015). Hubungan antara Sarana Sanitasi Dasar Rumah dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Miri Kabupaten Sragen. Universitas Negeri Semarang.

United Nation Children’s Fund. (2018). Diarrhoeal disease. Geneva: UNICEF.




DOI: http://dx.doi.org/10.33757/jik.v5i1.384

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.33757/jik.v5i1.384.g164

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


E-ISSN : 2597-8594 (Online) P-ISSN : 2580-930X (Cetak)
Publish by STIKes Alifah Padang
Jl. Khatib Sulaiman No 52 B Kota Padang. Telp 0751-7059849. Fax 0751-7059849. Website: www.stikesalifah.ac.id
Email : jik.alifah@gmail.com
Creative Commons License
This JIK Jurnal Ilmu Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.