Analisis Faktor Lingkungan Pada Pasien TB Paru di Puskesmas Muara Siberut Selatan Kepulauan Mentawai

Putri Dafriani, Vinorika Nofia, Felya Elsa Pratiwi Kurnia

Abstract


Kejadian TB Paru mengalami peningkatan  di Wilayah kerja Puskesmas Muara Siberut Selatan  dari  57 orang pada tahun 2018 menjadi  106 orang  pada tahun 2019. Salah satu faktor resiko terjadinya peningkatan tersebut adalah kondisi lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lingkungan dengan kejadian TB Paru di Puskesmas Muara Siberut Selatan Kepulauan Mentawai Tahun 2021.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Sampel adalah pasien TB paru sebanyak 52 orang. Metode analisis adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian univariat didapatkan sebanyak 29 orang (55,8%) responden  positif TB paru dan sebanyak 28 orang (53,8%) responden negatif TB paru, lingkungan yang beresiko 53,8% sedangkan yang tidak beresiko 46,2%.  Berdasarkan analisis bivariat ditemukan lingkungan rumah pasien beresiko, terdapat adanya hubungan bermakna antara lingkungan terhadap kejadian TB Paru dengan nilai p =0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan bermakna lingkungan terhadap kejadian penyakit TB Paru. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM) tentang sanitasi lingkungan untuk mencegah terjadinya penularan TB paru.


Keywords


TB Paru, Sanitasi, Mentawai

Full Text:

PDF

References


Butarbutar, M. H. (2018). Hubungan Perilaku dan Sanitasi Lingkungan Dengan Pasien TB Paru. Journal of Borneo Holistic Health, 1(1).

Dewi, E. F., Suhartono, S., & Adi, M. S. (2015). Hubungan Faktor Lingkungan Rumah dengan Kejadian Tb Paru di Kota Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 4(2), 149–159.

Dewi, R. R. K., & Selviana, S. (2019). Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan. Jurnal Vokasi Kesehatan, 5(1), 49–57.

Faktor, A., Berhubungan, Y., Kekambuhan, D., & Paru, T. B. (2014). Unnes Journal of Public Health. 3(1), 1–10.

Mardianti, R., Muslim, C., & Setyowati, N. (2020). HUBUNGAN FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU (Studi Kasus di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma). Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 9(2), 23–31.

Masyudi, 2018. (2018). Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh ( MaKMA ). 1(1), 27–33.

Muslimah, D. D. L. (2019). Keadaan lingkungan fisik dan dampaknya pada keberadaan Mycobacterium tuberculosis: Studi di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 26–34.

Perdana, A. A., & Putra, Y. S. (2018). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang, Lampung. Jurnal Kesehatan, 9(1), 40–50.

RI, K. (2019). Hasil utama riskesdas 2018. akarta: Kemenkes RI.

Rumkabu, Y. L. H., Rochman, F., Wikananda, D. A. T. R., & Yuliatni, P. C. D. (2019). Gambaran aspek lingkungan dan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis paru pada pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Dawan I, Kabupaten Klungkung tahun 2017. TB-HIV (Human Immunodeficiency Virus), 1(2).

Sartiwi, W., Sandra, R., & Asak, A. S. (2021). The Relationship Environment Conditions with the Risk Event of Pulmonary Tuberculosis at the Sikakap Health Center, Mentawai Islands. In 2nd Syedza Saintika International Conference on Nursing, Midwifery, Medical Laboratory Technology, Public Health, and Health Information Management (SeSICNiMPH 2021), 335–339.

Selviana, S., Hernawan, A. D., & Khitama, I. (2016). Analisis spasial sebaran kasus dan lingkungan berpotensi penularan tuberkulosis paru. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(2), 152–159.

Sriratih, E. A., Suhartono, S., & Nurjazuli, N. (2021). ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DALAM RUANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI NEGARA BERKEMBANG. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(4), 473–482.

Suparman, S., Miswan, M., & Andri, M. (2018). Faktor Risiko Kualitas Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tomini. Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1).

Tanumihardja, T. N., Kurniadi, A., & Widjaja, N. T. (2019). Unika Atma Jaya Peduli Mentawai: Kondisi Kesehatan Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Indonesia 2015-2018. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Widyastuti, S. D., Riyanto, R., & Fauzi, M. (2018). Gambaran Epidemiologi Penyakit Tuberkolusis Paru (TB Paru) Di Kabupaten Indramayu. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(2), 102–115.

Zulaikhah, S. T., Ratnawati, R., Sulastri, N., Nurkhikmah, E., & Lestari, N. D. (2019). Hubungan Pengetahuan, Perilaku dan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Transmisi Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 81–88.

Zuraidah, A., & Ali, H. (2020). Hubungan faktor lingkungan rumah terhadap kejadian TB paru BTA positif di wilayah Puskesmas Nusa Indah kota Bengkulu. Ournal of Nursing and Public Health, 8(1), 1–10.




DOI: http://dx.doi.org/10.33757/jik.v6i1.481

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


E-ISSN : 2597-8594 (Online) P-ISSN : 2580-930X (Cetak)
Publish by STIKes Alifah Padang
Jl. Khatib Sulaiman No 52 B Kota Padang. Telp 0751-7059849. Fax 0751-7059849. Website: www.stikesalifah.ac.id
Email : jik.alifah@gmail.com
Creative Commons License
This JIK Jurnal Ilmu Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.