FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSUP DR M.DJAMIL PADANG TAHUN 2017

mega wanda, Nike Sari Oktavia, Elda Yusefni

Abstract


Abstrak

         Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak, estimasi jumlah kanker serviks di Indonesia sebanyak 98.692 kasus. Estimasi jumlah kanker serviks di  Sumatera Barat sebanyak 2.285 kasus. Jumlah penderita kanker serviksdi RSUP DR M.Djamil Padang meningkat dari tahun 2014 sampai 2015 dengan peningkatan sebanyak 44%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di RSUP DR M.Djamil Padang tahun 2017

         Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan tanggal 15 Desember 2016 – 15 Januari 2017 di ruangan Ginekologi RSUP DR M.Djamil Padang, dengan besar sampel 80 orang. Sampel ini diambil secara Non Random Sampling dengan teknik total populasi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat yang diolah dengan uji Chi-Square.

         Hasil penelitian didapatkan 37,5% pasien menderita kanker serviks, 60%  pasien melakukan intercourse pada usia muda (< 20 tahun), 33,8% pasien memiliki paritas tinggi (> 3), 36,2% pasien memakai kontrasepsi hormonal dalam waktu ≥ 5 tahun. Hasil analisis  bivariat terdapat hubungan usia pertama melakukan intercourse dengan kejadian kanker serviks (0,010), tidak ada hubungan paritas dengan kejadian kanker serviks (0,246), ada hubungan pemakaian kontrassepsi hormonal dengan kejadian kanker serviks (0,003).

         Disimpulkan adanya hubungan usia pertama melakukan intercourse, pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker serviks dan tidak ada hubungan paritas dengan kejadian kanker serviks. Diharapkan kepada masyarakat  agar mengurangi lama pemakaian kontrasepsi hormonal dengan memakai kontrasespi non hormonal dan tidak melakukan intercourse pada usia muda.

 

Kata kunci : usia pertama melakukan intercourse, paritas,   pemakaian kontrasepsi hormonal, kanker serviks

 

Abstract

Cervical cancer is one cause of death most, estimation the number of servical cancer in Indonesia as many as 98.692 cases. Estimation the number of servical cancer in West Sumatera as many as 2.285 cases. The number of cervical cancer In Hospital DR M.Djamil Padang increased from 2014 to 2015 with an increase of 44%. The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence of cervical cancer in DR M.Djamil Padang on 2017

Methods this study was descriptive analytic with approach cross sectional The data collection was done on December 15th, 2016 - January 15th, 2017 in room Gynecology DR M.Djamil Padang, with a sample size of 80 respondents. These samples were taken in Non-Random Sampling technique the total population. Data were collected using a questionnaire. The data analysis consisted of univariate and bivariate analysis were prepared by Chi-Square.

The results showed 37.5% of patients with cervical cancer, 60% of patients to perform intercourse at a young age (< 20 years), 33.8% of patients had high parity (> 3), 36.2% of patients taking hormonal contraception within ≥ 5 years. The results of the bivariate correlation analysis of the age of first intercourse with the incidence of cervical cancer (0,010), no parity correlation with the incidence of cervical cancer (0.246), there is correlation use of hormonal contraception with incidence of cervical cancer (0,003).

Concluded therearecorrelation age of first intercourse, use of hormonal contraception with cervical cancer incidence and no parity correlation with the incidence of cervical cancer.Expected to the public to reduce the duration of use hormonal  contraception by using non hormonal contraception and didn’t do intercourse at a young age.

 

Keywords            :     age at first intercourse, parity, use of

                                  hormonal contraception, cervical cancer


Full Text:

PDF

References


Buletin kanker. Situasi Penyakit Kanker. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2015

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan.Edisi Ke-3. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2014. Jakarta: kementerian Kesehatan RI; 2015

RSUP M.Djamil Padang. Buku Register Ginekologi Ruang Kebidanan. Padang: januari 2014- desember 2015

Persik LB. Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dengan Kejadian Lesi Prakanker Serviks [Skripsi]. Padang: Universitas Andalas; 2016

Kumalasari I. Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Salemba Medika; 2012

Vesco KK. Risk factors and other epidemiologic considerations for cervical cancer screening. NCBI; 2011 Tersedia dari :http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22006929

Hidayat E, Hasibuan DHS, Fitriyati Y. Hubungan Kejadian Kanker Serviks dengan Jumlah Paritas di RSUD Dr.Moewardi tahun 2013 [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia [Sumber Online].September-Desember 2014

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Profil Kesehatan 2014. Padang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat; 2014

Abdullah S, Bawotong J, Hamel R. HubunganPemakaian Kontrasepsi Hormonal Dan Non Hormonal Dengan Kejadian Kanker Serviks Di Ruang D Atas Blue Prof. Dr. R.D.Kandow Manado. E-Journal Keperawatan [Sumber Online] agustus 2013; 1(1): 1- 7

Sastrosudarmo Wh. Kanker The Sillen Killer. Jakarta: Garda Media; 2012

American Cancer Society. Cervical Cancer Prevention And Early Detection. America: American Cancer Society; 2014

Setiati E. Waspadai 4 Kanker Ganas Pembunuh Wanita. Yogyakarta: ANDI; 2009

Cancer Research UK. How Being Overweight Causes Cancer. Inggris: Cancer Research; 2016

Mulyani N, Rinawati M. Kanker Payudara Dan IMS PadaKehamilan. Yogyakartaa: Nuha Medika; 2013

Hartanto H. Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan; 2010

Affandi B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi/Editor. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2013

Sulistyawati E, Proverawati A. Menopause dan Sindrome Premenopause. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010

Purwoastuti E, Elisabeth SW. Panduan Materi Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2015

Nugroho AW, Santoso N, penyunting. Ilmu Gizi Menjadi Sangat Mudah. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2011

Badan Pusat Statistik. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: kementerian kesehatan RI; 2012

Mangenre I.Awas, Ini Bahayanya Jika Perempuan Hubungan Seks Sebelum Usia 17 Tahun. Makassar. Tribunnnews.com

Direktorat Teknologi Informasi dan Dokumentasi. Kamus Istilah Kependudukan dan Keluarga Berencana. Jakarta: BKKBN; 2006

Bagian obstetri dan gynekologi. Obstetri Fisiologi. Bandung: FK UNPAD

Mayrita SN, Handayani N. Hubungan Antara Paritas Dengan Kejadian Kanker Serviks Di Yayasan Kanker Wisnuwardhana Surabaya. Surabaya: UNUSA; 2014

Handayani I. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Rihama; 2011

Maryunani A. Biologi Reproduksi Dalam Kebidanan. Jakarta: TIM; 2010

Paramita S. High parity and hormonal contraception use as risk factors for cervical cancer in East Kalimantan. Laboratory of Public Health [Sumber Online] November 2010; 19(4)

Manuaba IAC. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Edisi Ke-2. Jakarta: EGC; 2010

Widiarti D, Komalasari R, penyunting. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Wanita. Edisi Ke-2. Jakarta: ECG; 2009

BKKBN. Susuk KB. Jatim: BKKBN; 2015

Riyanto A. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012

Hastono SP, Sabri L. Statistik Kesehatan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada; 2011

Sujarweni VW. Statistik Untuk Kesehatan. Yogyakarta: Gava Media; 2015

Ridhaningsih. Hubungan Aktivitas Seksual Pada Usia Dini, Promiskuitas Dan Bilas Vagina Dengan Kejadian Kanker Leher Rahim Pada Pasien Onkology di RSUD Dr.Moewardi Surakarta. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat [sumber online]. Juni 2011 [diakses 16 februari 2017]; 5(2):162-232. Tersedia dari: URL :

http://journal.uad.ac.id/index.php/KesMas/article/view/1077

Setyarini E. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Leher Rahim di RSUD DR. Moewardi Surakarta. JurnalUniversitas Muhammadiyah Surakarta [sumber online]. 2009 [diakses 16 februari 2017]. Tersedia dari: URL:

http://eprints.ums.ac.id/3942/1/J410040010.pdf

Notoatmojo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta. Rineka cipta. 2003

Melva. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kanker Leher Rahim Pada Penderita Yang Datang Berobat di RSUP H.Adam Malik Medan Tahun 2008. Jurnal USU [sumber online]. 2008 [diakses 16 februari 2017]. Teredia dari: URL:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6778/1/09E00801.pdf

Darmayanti. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kanker Leher Rahim di RSUD Ulin Bnajarmasin. Jurnal KesehatanPoltekkes Tanjung Karang [sumber online] 2015 [diakses 16 februari 2017]; 6(2): 172-177. Tersedia dari: URL:

http://ejurnal.poltekkestjk.ac.id/index.php/JK/article/view/102/92

Rohani F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kanker Serviks di Puskesmas Karanganyar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan [sumber online] Maret 2012 [diakses 16 februari 2017]; 5(2): 109-118. Tersedia dari: URL : http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=65814


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


E-ISSN : 2597-8594 (Online) P-ISSN : 2580-930X (Cetak)
Publish by AKBID & STIKes Alifah Padang
Jl. Khatib Sulaiman No 52 B Kota Padang. Telp 0751-7059849. Fax 0751-7059849. Website: www.stikesalifah.ac.id
Email : stikes_alifah@yahoo.com
Creative Commons License
This JIK Jurnal Ilmu Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.